Suku Bunga Acuan BI Turun, Rupiah Ditutup Melemah ke Level 14,164 for Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah 10 point perdagangan hari ini, Jumat (20/11). Sore ini, Rupiah tercatat ditutup di level Rp14.165 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan sebelumnya yang berada diRp14.155 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan pelemahan nilai tukar hari ini disebabkan oleh keputusan mengejutkan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen. Mengingat bulan November ini dinilai bukan waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga acuan, sehingga direspon negatif oleh pasar.

“Ini merupakan pembelajaran bagi Bank Indonesia karena waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga sebenarnya di bulan Desember, bukan dibulan November. Dimana secara bersamaan Bank Sentral Global seperti The Fed, ECB dan BoE akan bersama-sama menurunkan suku bunga, bisa saja suku bunga negatif bagi BoE dan gelontoran stimulus menjadi tak terbatas,” ujar dia di Jakarta, Jumat (20/11).

Ibrahim menambahkan, pelemahan Rupiah juga dipicu atas revisi pemerintah terkait vaksinasi massal anti Corona yang sebelumnya dijadwalkan pada awal Desember 2020. Namun, pihak pemerintah melakukan revisi karena vaksin belum tersedia dan kemungkinan baru akan di vaksinasi di akhir Kuartal I 2021.

“Sehingga pasar kecewa tentang penundaan vaksinasi tersebut. Wajar kalau mata uang garuda melemah dalam perdagangan penutupan akhir pekan ini,” paparnya

Sedangkan untuk perdagangan Senin depan (23/11) Rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif, namun ditutup melemah sebesar 10-100 point di level Rp14.135-Rp14.180.

“Menyusul keputusan Bank Indonesia menurunkan suku bun

Read More

Redak staff

Leave a Reply

Your email address will not be published.